LOADING0

Video & Article

Menemukan Inflasi Yang Tersembunyi
Menemukan Inflasi Yang Tersembunyi
20 May 2016
857 Views

Definisi inflasi adalah rata-rata kenaikan harga barang disuatu wilayah pada periode waktu tertentu, biasanya 1 bulan atau 1 tahun. Konsep yang sederhana tetapi mungkin banyak diantara kita yang tidak memahami mengapa inflasi yang dilaporkan pemerintah tidak sama dengan inflasi yang dialami oleh “kantong” kita. Misalnya pemerintah menyatakan inflasi tahun 2015 adalah 3,35% tetapi pengeluaran belanja kita jauh lebih besar dari pada “sekedar” 3,35%. Mungkin kita juga ingin tahu mengenai tahun berapakah inflasi Indonesia yang sesungguhnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya mengajak pembaca untuk memahami terlebih dahulu mengapa inflasi terjadi. Teori ekonomi menyatakan jika pertumbuhan jumlah barang lebih lambat daripada pertumbuhan jumlah uang, atau jika jumlah uang lebih banyak daripada jumlah barang, maka barang menjadi “langka” relatif terhadap uang sehingga harga barang menjadi naik.

Sebagai ilustrasi, pada suatu tempat terdapat 10 unit topi dan 10 lembar uang, maka harga 1 topi adalah 1 lembar uang. Skenario pertama, jika topi bertambah menjadi 20 unit dan jumlah uang bertambah menjadi 20 lembar, maka harga topi tetap yaitu 1 topi sama dengan 1 lembar. Sekenario kedua, jika jumlah topi bertambah menjadi 20 unit sedangkan jumlah uang beredar bertambah menjadi 40 lembar, maka harga topi mengalami kenaikan dari 1 topi sama dengan 1 lembar menjadi 1 topi menjadi 2 lembar. Pada skenario kedua, terjadi inflasi sebesar 100%.

Setelah dipahami konsep inflasi, kita analisis data ekonomi Indonesia. Pertumbuhan riil ekonomi Indonesia menurut Bank Dunia pada periode 2010-2015 adalah 5,61%. Rata-rata inflasi Indonesia selama periode 2010-2015 adalah 5,83%. Berarti jumlah uang beredar adalah 5,61% ditambah 5,83% yaitu 11,44%.

Tetapi pertumbuhan uang beredar dengan menggunakan data M2 (lihat grafik 1 dibawah) menunjukkan uang beredar pada periode tahun 2010-2015 tumbuh dari ±2.000.000 menjadi ±4.500.000 atau rata-rata tumbuh 14,47% per tahun. Perbedaan hasil perhitungan 14,47% dan 11,44% menunjukkan inflasi yang tersembunyi sebesar 3,03% per tahun atau selama 6 tahun terdapat total inflasi tersembunyi sebesar 18,18%.

Atau dapat juga dipahami sebagai berikut. Berdasarkan data M2, total inflasi yang sesungguhnya di Indonesia pada tahun 2010-2015 adalah (rata-rata pertumbuhan M2 sebesar 14,47% dikurangi rata-rata pertumbuhan riil ekonomi sebesar 5,61%) sama dengan 8,86% per tahun dikali 6 tahun setara dengan 53,16%. Bandingkan total inflasi yang dilaporkan pada periode yang sama yaitu 5,83% per tahun dikali 6 tahun setara dengan 34,98%. Terdapat total inflasi tersembunyi selama 6 tahun sebesar 18,18%.

Implikasi dari inflasi yang tersembunyi adalah jika imbal hasil investasi selama periode 2010-2015 kurang dari 8,86% maka sesungguhnya anda telah berhasil menjadikan diri anda semakin “miskin”.

Grafik 1. Pertumbuhan M2 di Indonesia

Tambahan.

Penjelasan bank Indonesia

Uang Beredar dapat didefinisikan dalam arti sempit (M1) dan dalam arti luas (M2). M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi Rupiah), sedangkan M2 meliputi M1, uang kuasi (mencakup tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro dalam valuta asing), dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun. 

TOP