LOADING0

News

News
Memahami Makna “Intelligence” Dalam Artificial Intelligence
Memahami Makna “Intelligence” Dalam Artificial Intelligence
23 September 2019
105 Views

"Walaupun saya sudah memiliki kewarganegaraan, saya masih harus melalui bea cukai untuk masuk ke negara Indonesia,” canda Sophia, mesin cerdas ciptaan Hanson Robotics dalam kunjungan kali pertamanya ke Jakarta. Robot yang dapat berbicara dan berekspresi layaknya manusia ini menjadi sorotan utama dalam ajang 2019 CSIS Global Dialogue pada 16-17 September lalu di Hotel Borobudur. Sophia menunjukkan kepiawaian berdialognya bersama intelligence keynote speakers dan tamu undangan. Beberapa peserta umum pun dapat kesempatan untuk melontarkan pertanyaan dan berbincang dengan sang robot.

Sophia merupakan alat yang tepat untuk memperkenalkan konsep Artificial Intelligence (AI) pada dunia, termasuk masyarakat Indonesia. Namun Sophia sebaiknya tidak dijadikan tolok ukur potensi AI di masa depan. Lebih dari perangkat penghibur, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi serta kesejahteraan manusia.

Kekhawatiran Berumur 200 Tahun

Dampak positif teknologi tidak selalu terlihat pada pertemuan pertama. Nyatanya, banyak orang khawatir bahwa kebutuhan terhadap sumber daya manusia akan berkurang di era Industri 4.0 akibat technology takeover. Salah satu keynote speaker 2019 CSIS Global Dialogue, Luke Hutchinson (Founding Member Google AI Lab dan Council Member GLG), tidak menyangkal kemungkinan bahwa pekerjaan manusia akan dilengserkan oleh teknologi. Tapi pada saat yang sama, ia mengungkap bahwa rasa panik itu sudah ada sejak Revolusi 1.0, lebih dari 200 tahun yang lalu. selengkapnya..

 

TOP