IB Talk: Towards a Leading Innovative Company through Knowledge Management

IB Talk: Towards a Leading Innovative Company through Knowledge Management

10 June 2016

Jakarta, 28 April 2017 – Magister Manajemen Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan seminar Business Talk, yang telah dilaksanakan rutin sejak tahun 2011.  Kali ini Business Talk diadakan di kampus Cilandak-Prasetiya Mulya, dengan mengangkat tema “How Innovation Sharpens Your Cutting Edge In Business”.

Salah satu pembicara dalam sharing session tersebut adalah Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Universitas Prasetiya Mulya, Prof. Agus W. Soehadi, PhD, yang menjelaskan mengenai pentingnya sebuah konsep diferensiasi. Sebuah konsep yang dirasa penting olah banyak perusahaan untuk mengembangkan dan menstabilkan bisnisnya. Salah satu yang perlu kita perhatikan saat bicara mengenai diferensiasi yakni sebuah pembeda yang dapat kita kenalkan ke pasar dan sekaligus menjadi kemampuan yang diharapkan muncul di lulusan Prsetiya Mulya. Diferensiasi ini adalah sebuah kemampuan berpikir kompleks, karena Prasetiya Mulya beranggapan bahwa lulusan MM kedepan harus mampu berpikir kompleks, kita tidak hanya berbicara mengenai marketingfinance dan operational, tetapi bagaimana menghubungkan beragam hal tersebut dengan ‘culture’ atau kemampuan untuk connecting the dots. Karena tanpa menghubungkan hal hal tersebut, akan sulit untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda, dan tanpa kita melakukan sesuatu yang berbeda, kita akan dengan mudah tergilas oleh gelombang perubahan.

Menariknya dalam seminar ini, bahasan mengenai inovasi dan pentingnya hal tersebut sebagai ‘pembeda’ di dunia bisnis menjadi sesuatu yang major dan nyata dalam market kita. “Kapasitas manusia dimasa mendatang akan dapat tergantikan dengan sistem komputer” ujar Prof. Agus W. Soehadi.  Terdapat empat model inovasi, yang pertama yakni product innovation, market innovation, proccess innovation, dan business innovation. Fenomena aplikasi transportasi online yang terus bermunculan dapat menjadi contoh konversi inovasi yang cukup berhasil. Dengan mengkoneksikan antara inovasi produk dan market, dalam hal ini fenomena masyarakat yang membutuhkan kepraktisan, model inovasi yang digunakan oleh perusahaan transportasi online dapat terus bersaing dan mengalahkan perusahaan transportasi lain yang hanya bertahan dengan konsep yang konvensional. “Inovasi-inovasi ini datang dari berbagai sumber, namun hal yang terpenting adalah bagaimana mengkoneksikan sumber-sumber inovasi tersebut”, ujarnya. Beragam fenomena ini menjadi case studies yang selalu dipelajari di program MM Prasetiya Mulya yang banyak berkolaborasi dengan berbagai industri. Pelajaran yang didapatkan mahasiswa nantinya tidak hanya berisi keunggulan inovasi, namun juga bagaimana mempertahankan inovasi ini agar dapat berjalan dengan baik.

Pembicara kedua merupakan CMO dan Co Founder Wakatobi, Mario Pattan, MM, ia pun juga sekaligus merupakan Alumni MM Prasetiya Mulya 2013. Mario Pattan memulai bisnisnya dengan membuka bisnis local brand eyewear berbasis online. Menariknya, selama ini produk kacamata menjadi trademark produk buatan luar negeri, dimana bentuk dan frame-nya pun disesuaikan dengan bentuk wajah orang luar, sedangkan Wakatobi merupakan produk kacamata lokal yang sengaja di desain mengikuti bentuk wajah orang Indonesia, bahannya pun menggunakan bahan yang titanium yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar. Nama Waktobi dipilih dari nama destinasi wisata Indonesia yang populer di kalangan wisatawan luar dan dalam, yang juga terkenal dengan keindahannya. Sesuai dengan penjelasan dari Prof. Agus sebelumnya, konsep inovasi yang bisa kita lihat di brand ini salah satunya yakni penggunaan teknologi digital untuk mendukung penjualannya yang bersistem online. Dengan background-nya yang pernah bekerja di bidang digital, Mario Pattan memadukan konsep teknologi yang menjadi kekuatan inovasinya. Wakatobi memiliki virtual try on yang bisa digunakan oleh calon customer, para calon pembeli juga dapat memberikan foto close up wajah customer dengan kartu kreditnya untuk bisa menghitung jarak antar bola mata sehingga bisa mendapatkan ukuran kacamata yang tepat. Wakatobi menyadarai bahwa sistem penjualan kacamata via online juga masih merupakan bisnis baru, sehingga Wakatobi menggunakan sistem trial dimana calon customer dapat memilih 3 (tiga) kacamata untuk bisa dicoba, kacamata-kacamata ini diantar free delivery kepada customer, dan mereka bisa memilih dan mencoba sendiri kacamata yang akan dibeli. Wakatobi juga menyelenggarakan kegiatan CSR bernama ‘Matamata’, dimana setiap pembelian  satu kacamata, akan disumbangkan satu kacamata untuk orang yang membutuhkan namun tidak mampu membelinya.

Seperti paparan Prof. Agus W. Soehadi mengenai pentingnya inovasi, sebuah perusahaan harus terus memeliharanya hingga menjadi sebuah budaya perusahaan. Hal ini akan membuat perusahaan dapat terus berkembang seiring dengan persaingan antar industri yang akan terus ramai. Kita dapat melihat dari sini pula, Wakatobi memainkan perannya yang berinovasi dengan mengeksplore kekuatan local brand yang akhirnya menjadi daya tarik bagi market. Lewat produk, cara pemasaran dan model bisnisnya, Wakatobi berusaha untuk menghadirkan inovasi baru karya generasi muda bangsa yang dapat digunakan sebagai contoh proses inovasi yang dihasilkan dari sebuah  kolaborasi dan konvergensi antara industri dan teknologi. 

Prasetiya Mulya merupakan institusi pendidikan pelopor program MBA pertama di Indonesia yang memiliki peranan strategis dalam pengembangan kompetensi dunia usaha dan pelaku bisnis sejak tahun 1982. Sekolah ini memiliki akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional, serta memiliki kategori satisfaction performance tertinggi di Indonesia (2003), perguruan tinggi swasta pilihan eksekutif dan fresh graduate dengan peringkat tertinggi di Indonesia (2008), sekolah bisnis swasta terbaik di Indonesia dan sekolah bisnis unggulan yang direkomendasikan 100% oleh alumninya (2009). Prasetiya Mulya menawarkan 4 (empat) program MM yakni: MM Regular, MM Business Management, MM Strategic Innovation, serta Global Executive MM.

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Marketing & Customer Relations Graduate Program
MM Universitas Prasetiya Mulya
Kampus Cilandak, Jl. R.A Kartini, TB Simatupang, Cilandak Barat, Jakarta 12430
T +62 21 7500 463 ext. 1006, 1008, 1014
E ibtalk@pmbs.ac.id